Internship's · My Stories

KP: Komodowarriors STEP 3

The Beginning is The Hardest

Persiapan segala keperluan disanapun dilakukan. Beli sana-sini, pinjam ini-itu, pokoke biar ngga overbudget deh 🙂 Dan sesuai perjanjian, kami berangkat dari Bandung tanggal 27 Mei dan akan balik ke Bandung lagi pada tanggal 8 Juli.

“not SOMETIMES but OFTEN, all we have planned and imagined never be the same with reality”

Kita nyampe disana dan Thank God ngga perlu cari kosan untuk tinggal selama di Labuan Bajo gegara kita dikasih ijin tinggal di rumah dinas salah satu pegawai TNK. FYI, akomodasi dan transportasi ke dan selama di lapangan ditanggung oleh TNK, tapi selama di Labuan Bajo harusnya ditanggung sendiri (lapangan disini maksudnya kawasan TNK). So, we are really lucky. 😉

Kami direncanakan akan memulai kerjaan kami di lapangan dimulai tanggal 1 Juni, tapi sebelumnya kami wajib presentasi awal :(. Well, presentasi awal ini isinya tentang tujuan kami ke TNK ngapain dan diskusi tentang program yang kira2 bisa kami laksanakan selama di lapangan. Gilee! Aku sih super blank di awal. Soalnya aku ngga tau kondisi di lapangan seperti apa dan program yang kira2 bener2 mereka butuhkan itu seperti apa. Di awal aku mikir, kita bakalan ngikutin program kerja yang sedang mereka jalankan dan ternyata kita malah diminta untuk mengajukan program sendiri baru diskusi gimana baiknya. Haha super trap! But, everything’s gonna be fine 😀

Di awal kita ngajuin judul program Analisis Aktivitas Harian Komodo di Kawasan Wisata dan Non-Wisata Taman Nasional Komodo. Karena kita mikir, kemungkinan dan harusnya ada perbedaan perilaku antara komodo yang sering ketemu pengunjung dan yang di alam liar. Selain itu, pertimbangan logistik yang mungkin susah untuk diperoleh sendiri jika kami mengajukan program yang aneh2 dan lebih ribet. Dan akhirnya setelah diskusi sana-sini, kami memutuskan untuk menjalankan program berbeda di pos yang berbeda pula. (well, proses untuk akhirnya memutuskan hal tersebut ngga segampang apa yang ditulis yaa.. melibatkan perasaan juga bdw 😥 )

Rencana program kami akhirnya adalah sbb:

  1. Tanggal 1 juni – 11 juni di Pulau Komodo, Pos Loh Liang:  Analisis Aktivitas Harian Komodo di Kawasan Dapur dan Hutan Asam serta Proyeksi Tajuk Vertikal di Sekitar Area Pengamatan Perilaku Komodo.
  2. Tanggal 11 juni – 21 juni di Pulau Padar: Inventarisasi Padang Lamun di Pantai Pulau Padar Bagian Barat.
  3. Tanggal dan letak penempatan belum diputuskan, akan diinfokan selanjutnya.
“but sometimes, reality is better than what we’ve imagined, isn’t it?”

Awalnya dah menyiapkan kantong, hati serta badan untuk nyari kos/penginapan selama di Labuan Bajo. But, Tuhan punya rencana yang lebih baik. Kita ngga perlu keluar duit sama sekali untuk penginapan dan makan selama di Bajo (Thank God, thanks Pak Ayat dan Ibu Siti serta Ata atas tumpangan dan makanannya 😀 ). Awalnya mikir bakal ikut program yang sedang dijalankan TNK, tapi ternyata harus ngajuin program sendiri (dimana aku super blank). Dan akhirnya susah hati dan otak dibayar dengan program yang lebih baik dan lebih banyak. Haha.

Selanjutnya persiapan logistik yang bakal dibutuhkan selama kerja di lapangan, dari lembar pengamatan data,makanan ringan, dan alat2 yang dibutuhkan selama kerja (pasak, tali-temali dan transek kuadrat (anak Biologi, kehutanan dan sejenisnya harusnya ngerti 😉 )). Cari kayu sana-sini, sampe dikirain orang gila kali, yaa gegara bawa2 kayu2 selama perjalanan ke rumah Pak Ayat dari Balai TNK (plus jalan kaki bdw). FYI, ongkos angkot di Labuan Bajo itu Rp. 5000,- jauh/dekat (mahal gilaaa, menurut aku :D). Dan wilayah kota Labuan Bajo itu banyak agen2 travel, bar, dan turis berkeliaran. Dimana turis lebih milih jalan kaki atau sewa motor sekalian selama di Labuan Bajo. Dan kita milih pergi ke Balai TNK naik angkot tapi pulang dengan kaki (sayang ongkos euy..). Tapi yang ngga bisa aku, sang penyuka wilayah dingin, toleransi dari Labuan Bajo adalah hawa panasnya (yah namanya juga wilayah pesisir laut, tapi malam dingin sih 😀 ). Setelah segala sesuatu ready, tinggal nunggu tanggal 1 juni, deh. So exited!!!

“Seorang visioner akan memikirkan kemungkinan yang akan terjadi di masa depannya dengan bercermin dari masa lalu dan hal yang sedang ia jalani di masa sekarang, serta memikirkan antisipasi2 dari kemungkinan yang akan terjadi. Tetapi, seorang visioner yang percaya Tuhan akan memikirkan hal yang sama dengan cara yang lebih sederhana: kesusahan sehari cukuplah untuk sehari!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s