Family · Relationship

Surat Cinta untuk Adik Kecilku yang Sedang Beranjak Dewasa

Aku ingin berkata jujur kepadamu wahai adik kecilku. Sesungguhnya, sebagai seorang kakak perempuan dari seorang adik lelaki yang sedang beranjak dewasa, aku tak begitu mengenalmu. Aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan dan rasakan. Aku tak tahu tentang masalah yang mungkin sedang kau hadapi. Aku bahkan tidak tahu apa cita-cita dan mimpi yang ingin engkau raih. Dan jujur aku akui, aku sangatlah egois terhadapmu. Aku begitu terobsesi terhadap mimpi-mimpi besar yang ingin aku wujudkan. Aku begitu larut dalam keinginanku untuk sukses dan bahagia. Dan tanpa aku sadari, aku meninggalkan semua tentangmu di belakangku.

Apa cita-cita dan mimpi yang ingin kau wujudkan?

10-things-successful-people-do-to-reach-their-dreams

Sebagai seorang kakak perempuanmu, pertanyaan ini yang ingin sekali aku ajukan padamu, “Apa cita-cita dan mimpi yang ingin kau wujudkan?”. Setelah semakin beranjak dewasa, ijinkan aku untuk meminta maaf karena aku tak begitu memiliki banyak waktu untuk berbagi pikiran denganmu. Apa terlalu telat jika sekarang aku baru bertanya tentang hal yang sangat krusial untuk masa depanmu ini? Bukan hanya ingin bertanya tentang cita-cita yang ingin kau raih, aku juga ingin berbagi tentang cita-citaku kepadamu. Mungkin saling berbagi pemahaman tentang cita-cita dan mimpi kita berdua, kita bisa saling mendoakan dan berusaha bersama untuk meraihnya, bukan? Adik kecilku yang sedari dulu tak pernah memanggilku kakak, jika aku bisa mengulang waktu aku ingin mengenalmu lebih dekat dari sekarang. Aku ingin meluangkan banyak waktuku untuk berbagi banyak hal tentang hidup bersamamu. Sehingga aku tidak perlu terlalu menyesal seperti sekarang karena lebih banyak meluangkan waktu untuk diriku sendiri. Adik kecilku yang sekarang telah mengenal dunia kerja terlebih dahulu dariku, aku ingin meyakinkanmu bahwa setiap orang berhak untuk memiliki cita-cita setinggi langit. Tidak peduli seberapa susah hidup yang tengah ia jalani. Tidak peduli seberapa banyak masalah yang tengah ia hadapi. Aku ingin meyakinkanmu bahwa waktu yang kau miliki masih banyak untuk memiliki cita-cita dan berusaha mewujudkannya. Jangan pernah takut untuk memulai dari bawah! Jangan pernah takut untuk berbagi pemikiran dan pemahaman denganku! Jangan pernah takut untuk bertanya tentang apapun kepadaku, karena percayalah aku sangat menyayangimu sehingga meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaanmu adalah waktu-waktu yang selalu aku tunggu hingga sekarang. Milikilah cita-cita sehingga dalam keadaan terendah hidupmu pun, engkau memiliki alasan untuk senantiasa mengangkat kepala dan bangkit.

Apa masalah yang tengah mengganggu pikiranmu?

image

Apa masalah yang sedang menganggu pikiranmu?
Apa yang membuatmu sangat tertutup akan banyak hal?
Apakah bermain game menjadi salah satu pelarianmu dari amarah Bapak yang tidak bisa kau toleransi?
Apakah suara cempreng Mamak ketika menasihatimu terkadang membuatmu gerah sehingga seringkali melawan adalah tindakan defensif yang kau lakukan?

image

Apakah kau sedang jatuh cinta?
Apakah seorang gadis tengah mengganggu konsentrasi dan pemikiranmu?

Ah, percayalah wahai adikku, aku memiliki banyak sekali pertanyaan kepadamu saat ini. Aku ingin mengetahui semua hal tentangmu. Aku ingin tahu mengapa waktumu lebih banyak kau luangkan di luar rumah daripada di rumah bersama Bapak dan/atau Mamak. Aku ingin tahu tentang kisah asmaramu karena bagaimanapun aku telah melalui fase itu duluan dan juga karena aku adalah seorang perempuan yang pastinya lebih memahami perasaan sesamaku. Aku ingin tahu tentang setiap pemikiran dan perasaan terdalam yang engkau punya sehingga setiap pertanyaan yang kumiliki selama ini dapat terjawab. Aku benar-benar ingin mengenal dan memahami cara berpikirmu yang bagiku masih sangat misteri itu. Kakak perempuanmu ini benar-benar ingin berbagi banyak hal denganmu. Karena mungkin dengan mengetahui cara berpikir dan memahami perasaanmu aku dapat membantumu menyelesaikan masalah yang tengah engkau hadapi. Mungkin juga aku bisa membantumu untuk membuat Bapak dan Mamak lebih mengerti tentang jalan berpikirmu. Adik kecilku yang tengah beranjak dewasa, aku menyadari bahwa umur yang kau miliki sekarang menuntutmu untuk menyelesaikan masalah-masalahmu sendiri. Namun, sebagai seorang kakak yang hidup tiga tahun lebih lama darimu aku menganggap diriku lebih berpengalaman sehingga datang bertanya dan meminta saranku bukanlah suatu masalah yang dapat merusak harga dirimu sebagai seorang lelaki. Karena itu, jika aku boleh meminta selagi aku dan kau memiliki waktu mari memanfaatkannya sebaik mungkin. Masalah sekecil apapun yang ingin kau bagi bersamaku, ceritakanlah. Sesibuk apapun waktu dan kegiatan yang kumiliki, aku akan selalu berusaha untuk mendengar dan meluangkan waktuku untukmu. Karena memilikimu sebagai adikku adalah anugrah yang senantiasa ku syukuri tiap waktu.

Terimakasih karena telah menjadikanku seorang kakak dan menggantikan posisiku sebagai anak bontot.

imageTerimakasih banyak adik kecilku, karena telah menjadikanku seorang kakak dan menggantikan posisiku sebagai seorang bontot dalam keluarga kita. Tak bisa ku pungkiri bahwa menjadi seorang kakak adalah kebahagiaan tersendiri untukku. Menjadi dewasa sebelum waktunya adalah hal pertama yang kusyukuri karena menjabat sebagai seorang kakak bagimu. Walau aku sadari aku belum bisa menjadi seorang kakak seperti yang selalu aku impikan bahkan mungkin yang selama ini engkau impikan. Tetapi aku ingin selalu belajar menjadi orang yang dapat engkau andalkan. Aku ingin senantiasa belajar untuk menjadi tempatmu mengadu dan belajar tentang bagaimana menjadi dewasa dan menyelesaikan masalah kita sendiri.

imageWalau bagaimanapun, akan ada saat dimana kau akan lebih dewasa dariku. Oleh karena itu, mari belajar bersama-sama untuk mencapai tahapan dewasa itu. Sekali lagi aku ingin berterimakasih karena sudah hadir di duniaku dan membuat hidupku lebih berwarna.

 

Aku titip Bapak Mamak bersamamu, ya.

imageAdikku yang sekarang sedang beranjak dewasa, melalui surat ini aku juga ingin menitipkan Bapak Mamak kepadamu. Mungkin untuk saat ini, merantau belum menjadi pilihan yang Tuhan sediakan untukmu. Namun bersyukurlah karena kau memiliki lebih banyak waktu untuk mengawasi dan bersama mereka melewati hari-hari mereka. Dibalik tiap amarah, omelan, dan nasihat keras mereka, sadari dan ketahuilah bahwa mereka sangat menyayangimu. Mereka ingin kau tumbuh menjadi seorang pria yang dewasa dalam pemikiran, perkataan maupun perbuatan. Mereka ingin kau menjadi sosok yang dapat mereka percayai jika suatu hari nanti harus menghadapi dunia ini sendirian. Sehingga jika waktunya tiba, mereka dapat pergi dengan hati penuh sukacita karena percaya bahwa kau sudah cukup dewasa untuk bertanggung jawab atas hidup yang Tuhan percayakan kepadamu. Adik kecilku, jika Bapak dan Mamak terlalu keras dalam mendidikmu, jangan marah dan melawan mereka. Ingatlah bahwa mereka tetap orang tua kita dan pada kenyataannya kita sudah cukup dewasa untuk bisa menanggapi mereka dengan lebih tenang. Ingatlah bahwa api tidak boleh dibalas dengan api karena akan memperburuk keadaan, namun balaslah api dengan air untuk menenangkan api dan memperbaiki keadaan. Kita sudah cukup dewasa untuk memahami watak Bapak dan Mamak. Dan sadarilah bahwa diumur mereka sekarang ini, sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang anak untuk lebih mendengarkan nasihat dan berbagi pemikiran dengan mereka. Sebagai seorang kakak dan seorang anak yang jauh darimu dan orang tua kita, aku ingin kau tahu bahwa ‘rindu’ adalah kata abadi yang senantiasa menyerang kepalaku. Karena itu, aku benar-benar memohon kepadamu untuk meluangkan lebih banyak waktumu untuk Bapak dan Mamak. Karena aku yakin mereka sangat membutuhkan kehadiranmu di tengah-tengah mereka.

wp-1466475683985.jpegAku ingin memberitahumu sebuah rahasia, peluklah Bapak dan Mamak setidaknya sekali dalam seminggu atau ucapkanlah kata-kata seperti ‘Aku menyayangimu, Pak, Mak; Terimakasih, Pak, Mak; Aku menyesal dan meminta maaf, Pak, Mak’ karena yakinlah semuanya itu akan membawa senyum bahagia di wajah mereka yang mulai keriput itu. Perbanyaklah waktumu yang berharga itu untuk dihabiskan bersama-sama dengan mereka untuk membicarakan masa lalu, cita-cita dan masalah yang tengah kau ataupun mereka hadapi. Bapak adalah seorang ayah yang tidak dapat mengungkapkan kasih sayangnya dengan kata-kata dan tindakan yang sesuai. Dan Mamak adalah seorang ibu yang cerewet yang juga tidak dapat mengungkapkan kasih sayangnya dengan kata-kata. Namun sebagai seorang anak, kau dapat memulainya terlebih dahulu untuk lebih terbuka tentang hidupmu kepada mereka, bukan? Adik kecilku, maafkan aku karena kau harus menghadapi dan berusaha memahami dua pribadi yang sangat berbeda itu sendirian bahkan dimulai pada saat usiamu yang masih sangat remaja. Namun aku sungguh sangat berterimakasih karena aku bisa merantau dengan sedikit ketenangan karena ada kau bersama mereka untuk melewati hari. Sekali lagi, aku ingin menitipkan dua pribadi yang berharga itu bersamamu, ya. Jika aku bisa meminta kepadamu, tolong pastikan bahwa selalu ada senyum dan sukacita di wajah tua mereka setiap hari. Sehingga, kakakmu yang sedang merantau ini dapat melewati harinya tanpa perlu khawatir dengan keadaan kalian di rumah.

Jangan pernah lupa untuk berdoa dan bersyukur, dik!

image

image

Tahukah kau pesan yang tidak pernah lupa Bapak dan Mamak sampaikan kepadaku tiap kali mereka meneleponku? Jangan lupa berdoa ya, boru. Ingat untuk selalu bersyukur. Dan pesan hari minggu yang senantiasa terucap adalah, “Selamat hari minggu. Udah gereja?”. Karena itu melalui surat ini, aku ingin mengingatkanmu untuk senantiasa memulai segalanya dalam doa. Apapun masalah yang tengah kau hadapi, seberat apapun itu, jangan lupa untuk berdoa dan melibatkan Tuhan di dalamnya. Jangan menyerah dan kalah pada masalah apapun karena percayalah bahwa Tuhan ingin engkau melibatkan-Nya dalam permasalahanmu. Jika kau tidak bisa menceritakan masalahmu pada Bapak, Mamak ataupun aku, kakakmu, ceritakanlah semuanya kepada Tuhan melalui tiap doamu. Berdoa tidak hanya kau lakukan ketika kau ingin makan, tidur maupun bangun tidur. Berdoalah tiap engkau memiliki kesempatan! Ketika kau ingin bepergian untuk bekerja ke satu daerah, berdoalah agar perjalananmu senantiasa diberkati Tuhan. Ketika kau sedang bekerja, berdoalah agar Tuhan menolongmu menyelesaikan dan melakukan yang terbaik dalam pekerjaanmu. Dan jika hari minggu menyapamu, pergilah ke gereja dengan tujuan untuk memuji dan memuliakan Tuhan serta untuk mendengarkan firman Tuhan sebagai bekalmu untuk melewati hari. Jangan pergi ke gereja jika alasanmu untuk bertemu teman ataupun gadis yang sedang kau lirik. Jangan pergi ke gereja, jika pada akhirnya kau akan sibuk dengan Hpmu dan tidak fokus pada firman yang sedang disampaikan oleh pendeta. Intinya, berdoa dan bersyukurlah senantiasa, Dik.

Melalui surat cinta ini, aku ingin kau tahu bahwa sebagai seorang kakak, aku ingin mengetahui segala hal tentang cita-cita, mimpi dan masalahmu. Karena aku ingin menjadi pribadi yang bisa kau andalkan. Melalui surat cinta ini aku ingin berterimakasih karena sudah hadir dalam hidupku. Dan ketahuilah, tidak peduli akan tahun-tahun yang menambah usia kita, bagiku kau tetaplah adik kecil yang sangat aku sayangi. Melalui surat cinta ini aku ingin menitipkan dua pribadi yang berharga dalam hidup kita bersamamu. Tak peduli seberapa mengganggunya mereka bagimu, luangkanlah lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama mereka. Meski waktu itu berlalu dengan hanya menonton bola bareng dalam diam, yakinlah bahwa bagi mereka kehadiranmu yang mau melibatkan diri sudah cukup memberi sukacita dan kenyamanan bagi mereka. Melalui surat cinta ini aku ingin mengingatkanmu untuk selalu berdoa dan senantiasa bersyukur. Karena dibalik semua hal yang tengah kau jalani, yakinlah Tuhan tidak pernah berpangku tangan untuk terus menuntunmu kepada hidup yang telah Dia rencanakan. Adik kecilku yang tengah beranjak dewasa, sekali lagi terimakasih karena telah menjadi bagian dari nama-nama yang senantiasa kuingat dan kusebutkan dalam doa-doaku. Terimakasih karena telah menjadi bagian dari alasanku untuk tetap bersyukur dan berjuang untuk menjalani hari dan menikmatinya. Dan melalui surat cinta ini, aku juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-20, adikku. Untuk setiap harapan dan cita-citamu, aku percaya Tuhan sedang menuntunmu ke sana. I Love You as always. ❤

Dariku,

Kakak perempuan yang kau panggil “Cong”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s